Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2020

Eksistensi Jamu di Kalangan Millenial? Susah Sekali!

Gambar
Yogyakarta - Jamu merupakan unsur budaya yang mulai pudar. Jamu perlu diperbarui dan diinovasi kembali sesuai dengan kehidupan milenial saat ini. Jamu dapat membuka peluang besar dalam aspek perekonomian, budaya dan kesehatan untuk terus berkembang .  “Kita harus berupaya untuk menjadikan jamu tidak sekedar kuno tapi jamu bisa dinikmati oleh masyarakat milenial” ungkap Prof. Sudarsono dalam acara Talkshow “Menjamu Dijamu” (15/11). “Jika tidak kita lestarikan jamu bisa disentuh oleh negara asing, alhasil kita sendiri nantinya yang akan merugi” lanjut Prof. Sudarsono memperjelas. Beliau juga mengatakan bahwa jamu tidak hanya minuman kesehatan saja, tapi sebagai tempat wisata untuk memperkenalkan bahwa jamu tidak kuno dan justru jamu sebagai kekayaan budaya. Wisata jamu memperlihatkan bagaimana cara membuat jamu dengan baik dan benar serta bagaimana penyajian jamu. Perkembangan teknologi yang pesat membuat semakin banyak terobosan dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas jam...

Mevrouw Jans, Menduniakan Jamu Nusantara pada Zaman Hindia-Belanda

Gambar
“Rasa sakit kehilangan sang anak mendorong Jans menulis buku tentang jamu yang dijadikan pegangan oleh orang Eropa di Hindia-Belanda. Jans membumikan jamu Nusantara dengan penelitian dan praktik pengobatan herbalnya. Hal tersebut membuat nama Jans dikenang sebagai orang pertama asing yang membawa jamu Indonesia mendunia” Mevrouw Jans memiliki nama lengkap Johanna Maria Carolina Versteegh. Ia lahir di Soekamangli, 16 Mei 1862. Ayahnya bernama Carolus Bartholomeus Versteegh yang merupakan seorang administrator sekaligus pemilik perkebunan Kopi di Waleri, Jawa Tengah. Ayahnya juga dikenal sebagai “Raja Kopi Jawa”. Ibunya bernama Albertina Margaretha Van Spreeuwenburg. Jans menghabiskan masa kecilnya di pedesaan yang jauh dari kota besar dan hal tersebut membuatnya lebih akrab dengan lingkungan alam.  Jans sempat menempuh pendidikan di Sekolah Suster Ursulin, sekolah ternama dan berstandar tinggi pada masa itu yang berada di Batavia. Sayangnya, panen kopi gagal yang membuat Jans harus ...

BULAN PRAM DI TAMAN BACA KESIMAN

Gambar
DENPASAR – Pramoedya Ananta Toer merupakan tokoh legendaris yang memiliki intelektual tinggi dan pemahaman akan bangsa yang begitu luas. Karyanya mampu membawanya hingga mendunia. Naasnya, banyak karyanya yang harus dibungkam, dibredel, hingga dibuang oleh rezim pada saaat itu. Itulah mengapa adanya Taman Baca Kesiman sebagai bentuk apresiasi untuk mengenang perjuangan Pramoedya Ananta Toer dan mempelajari serta mengambil hikmah dari kejadian yang telah terjadi.  Begitulah alasan diadakannya acara peringatan kelahiran sastrawan legendaris indonesia Pramoedya Ananta Toer di Taman Baca Kesiman dengan tema “Bulan Pram” pada tanggal 6 Februari 2019.  Berbagai acara yang dilaksanakan dalam “Bulan Pram” Taman Baca Kesiman (TBK) dapat menarik perhatian dari beberapa sudut kota dan berbagai kalangan di Bali khususnya. Acara yang melibatkan sastrawan Indonesia sekaligus aktivis Indonesia yang kehidupanya dijadikan tolak belakang lahirnya Taman Baca Kesiman.  “Saya mengadakan ...

Rumah Jamu di Lereng Lawu

Gambar
  Tawangmangu - Tempatnya memang cukup jauh  dari pusat Kota Solo, pengunjung harus menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam. Menuju lokasi, pengunjung akan disuguhi dengan pemandangan dan suasana hijau yang menyejukkan mata. Tentunya juga udara bersih yang memanjakan paru-paru. Siapa sangka, di lereng Gunung Lawu yang jauh dari hiruk pikuk ini berdiri sebuah rumah jamu: pusat penelitian, pengembangan, dan pelestarian jamu. Pemerintah semakin serius menggarap potensi wisata kesehatan di Indonesia dengan memetakan wisata kesehatan menjadi empat klaster yaitu, wisata medis, wisata kebugaran dan jamu, wisata olahraga yang mendukung kesehatan, dan wisata ilmiah kesehatan. Dari sederet potensi, menurut Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, wisata kebugaran dan jamu akan menjadi prioritas untuk sektor wisata kesehatan. Prioritas ini lantaran keduanya memiliki prospek kesehatan, budaya, dan ekonomi yang tinggi.  Potensi besar wisata kesehatan itu ada di Balai Besar Pe...