Rumah Jamu di Lereng Lawu
Tawangmangu - Tempatnya memang cukup jauh dari pusat Kota Solo, pengunjung harus menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam. Menuju lokasi, pengunjung akan disuguhi dengan pemandangan dan suasana hijau yang menyejukkan mata. Tentunya juga udara bersih yang memanjakan paru-paru. Siapa sangka, di lereng Gunung Lawu yang jauh dari hiruk pikuk ini berdiri sebuah rumah jamu: pusat penelitian, pengembangan, dan pelestarian jamu.
Pemerintah semakin
serius menggarap potensi wisata kesehatan di Indonesia dengan memetakan wisata
kesehatan menjadi empat klaster yaitu, wisata medis, wisata kebugaran dan jamu,
wisata olahraga yang mendukung kesehatan, dan wisata ilmiah kesehatan. Dari
sederet potensi, menurut Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, wisata
kebugaran dan jamu akan menjadi prioritas untuk sektor wisata kesehatan.
Prioritas ini lantaran keduanya memiliki prospek kesehatan, budaya, dan ekonomi
yang tinggi.
Potensi besar wisata kesehatan itu ada di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia. B2P2TOOT merupakan lembaga pemerintah yang menjadi garda depan pengembangan dan pelestarian tanaman obat.
Berada di kawasan sejuk di Tawangmangu, lereng Gunung Lawu, B2P2TOOT tak hanya menyajikan kebun aneka tanaman jamu yang super lengkap tapi juga lanskap pemandangan alam yang indah. Tanahnya yang subur telah menghidupkan beragam tanaman obat yang dijadikan jamu untuk kesehatan. Inilah mengapa B2P2TOOT Tawangmangu cocok dijadikan ujung tombak wisata kesehatan jamu. Di B2P2TOOT ada kebun etalase tanaman obat yang ditata secara apik. Pengunjung bisa menyusuri taman rindang yang sangat menyegarkan mata. Sebelum itu, pengunjung bisa mendapat pengetahuan tentang jamu di Sinema Fitomedika, layaknya sedang menonton film di bioskop mini. Pengunjung juga bisa berkunjung ke Museum Jamu Nusantara dan Pengobatan Tradisional Indonesia Hortus Medicus yang menampilkan koleksi ribuan tanaman obat hingga alat untuk meracik jamu yang digunakan nenek moyang.
Di kawasan B2P2TOOT
juga terdapat Klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus. Menurut dr. Danang
Ardiyanto, koordinator klinik ini menerima pasien dari berbagai kota di seluruh
Indonesia. Bahkan, menurut dr. Danang, pasien dari Malaysia dan Singapura
pernah datang ke klinik B2P2TOOT untuk berobat. Di klinik ini mereka akan
ditangani oleh para dokter yang sudah menjalani pendidikan tentang jamu. Obat
yang akan diberikan pun merupakan resep jamu.
Perpaduan relaksasi rekreasi dan edukasi menjadi nafas aneka kegiatan yang bisa dilakukan di wisata ilmiah tanaman obat B2P2TOOT. Selain fasilitas yang ada di kompleks B2P2TOOT, pengunjung bisa menuju ke kebun tanaman obat yang juga dikelola B2P2TOOT. Untuk menuju tempat ini Sobat harus menuju Tawangmangu bagian atas. Jaraknya lumayan jauh dengan kontur jalan menanjak, tetapi semua terbayarkan saat sampai di kebun jamu tersebut. Selain menyediakan ruang rekreasi, B2P2TOOT juga menyiapkan edukasi tentang aneka tanaman jamu. Ditambah dengan sajian alam berupa landscape pemandangan Gunung Lawu yang sangat apik dan instagramable.
Berkunjung ke B2P2TOOT akan membuka wawasan kita. Bisa jadi tanpa disadari kita sering melihat berbagai macam tumbuhan yang hidup liar di alam bebas dan ternyata tanaman tersebut merupakan tanaman obat. Contohnya, rumput teki yang sering kita lihat tumbuh liar di persawahan ternyata memiliki kandungan yang dapat dijadikan sebagai obat atau jamu untuk menyembuhkan berbagai penyakit.
Sudah siap berlibur
ke B2P2TOOT, Sobat?


Komentar
Posting Komentar