Buku: Jendela Dunia?


Buku adalah jendela dunia. Tak salah pepatah mengatakan bila kita ingin mengenal dunia maka bacalah buku. Begitu pula sebaliknya, bila dunia ingin mengenal kita maka tulislah buku. Semoga dengan adanya macam rama buku yang terbit dapat meningkatkan minat baca masyarakat ya!

Umumnya, buku ada di perpustakan yang merupakan aset penting untuk maju atau tidaknya suatu bangsa. Sebab, kemajuan suatu bangsa dinilai dari tingkat kecerdasaan yang tak lain didapat dengan membaca. Selain itu, perpustakaan adalah tempat penyumbang terbesar untuk pengembangan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berperan sebagai penerus generasi bangsa. Seharusnya sudah menjadi suatu kewajiban kita untuk berkunjung ke perpustakaan guna mencari informasi atau sekadar rekreasi edukatif lho!. Selain itu, banyaknya bentuk output bacaan seharusnya memermudah kita untuk mencari ilmu dong? Namun mengapa minat baca masih saja rendah?

Padahal, membaca adalah suatu budaya yang harus kita lestarikan. Tentunya sering kan, mendengar kata ‘budayakan membaca sejak dini’. Hal itu dikarenakan otak manusia saat masih dini dapat membentuk suatu kepribadian diri. Dengan banhyaknya memberi bacaan sejak dini akan menambah wawasan anak sejak dini pula. Sehingga, saat ia tumbuh dewasa budaya membaca akan melekat pada diri tanpa dorongan dari orang. 

Namun, semua tidak ada kata terlambat. Saat ini juga banyak kok orang yang baru menyadari pentingnya membaca. Bacaan di era saat ini sangat banyak sekali yang bisa kita pilih sendiri. Tak melulu buku pelajaran melainkan bacalah buku sesuai seleramu. Hukum buku itu "Books are for use. Not use for an ornament in the room but to read the contents. Because every book of its reader". Entah, novel percintaan, kesedihan, puisi, pantun, atau teori kritis, cergam dan masih banyak lainnya. Apalagi, bacaan bisa diakses melalui handphone yang selalu kita genggam kemana aja. Ya nggak?

So, sempatkanlah membaca buku sehari yaa minimal 30 menitlah dengan rutin. Pun kalian sudah suka membaca buku, cobalah untuk menulis cerita sehari satu lembar. Tapi buat yang belum suka membaca, bisa juga kok untuk menulis pantun puisi. Toh, saat patah hati ungkapkan melalui tulisan. Dan, gak harus nulis di kertas kok tapi di note handphone kalian. Bisa banget kan?

Selamat Hari Buku!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Secuil Kisah Di Pagi Hariku

Inginku