Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020

Jamu sebagai Habit Penikmatnya

Gambar
Surakarta- Menjadi penikmat jamu seperti salah satu warisan Nusantara yang harus dilestarikan. Memang benar, tidak semua orang dapat menikmati jamu karea kebanyakan menganggap jamu itu pahit. padahal, justru pahitnya itu yang menjadikan jamu sangat berkhasiat. Bermula dari Ibunya ia mengenal jamu. Ia bernama Stefana, wanita asli Solo yang akan menghabiskan masa tuanya di kota perantauan di Kota Tengerang. Sejak gadis wanita cantik ini telah mengenal jamu. Ia mencoba untuk membuat racikan jamu yang diwarisi dari Ibunya. Perkembangan teknologi yang menghadirkan youtube mengenai rempah-rempah membalikan haluan kembali ke minuman tradisional ini. Tidak sekadar suka tapi ia juga menganggap jamu sebagai habit- nya. Sebab, baginya minum jamu dapat menyehatkan badan dan memberi efek lainnya. Tidak hanya itu saja, jamu juga tidak memberi efek samping seperti halnya obat kimia meskipun dikonsumsi setiap hari. Jamu yang biasa ia konsumsi adalah jamu  kunyit asam dengan racikannya sen...

Rumah Jamu di Lereng Lawu

Gambar
Tawangmangu - Tempatnya memang cukup jauh dari pusat Kota Solo, pengunjung harus menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam. Menuju lokasi, pengunjung akan disuguhi dengan pemandangan dan suasana hijau yang menyejukkan mata. Tentunya juga udara bersih yang memanjakan paru-paru. Siapa sangka, di lereng Gunung Lawu yang jauh dari hiruk pikuk ini berdiri sebuah rumah jamu: pusat penelitian, pengembangan, dan pelestarian jamu. Pemerintah semakin serius menggarap potensi wisata kesehatan di Indonesia. Pemerintah telah memetakan wisata kesehatan menjadi empat klaster yaitu, wisata medis, wisata kebugaran dan jamu, wisata olahraga yang mendukung kesehatan dan wisata ilmiah kesehatan. Dari sederet potensi, menurut Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, wisata kebugaran dan jamu akan menjadi prioritas untuk sektor wisata kesehatan. Prioritas ini lantaran keduanya memiliki prospek kesehatan, budaya dan ekonomi yang tinggi. Dan, potensi itu ada di Balai Besar Penelitian dan Pengemban...

THE BAJAU: Melihat dengan Dekat Ironi Kehidupan Suku Bajau

Gambar
Sumber: https://www.era.id/ Peralihan zaman dan generasi yang semakin berkembang tak menjadikan suatu kedok untuk siap ditampilkan. Berbagai isu silih berganti dan terus berlomba-lomba dalam mengabadikan sebuah momen. Tentu hal ini menjadi sebuah sorotan oleh pihak tertentu dan sungguh ironis dengan kehidupan yang nyata saat ini. Malam ini (4/3) film The Bajau diputar di Teras Budaya Ndaleme Eyang. Tempat ini merupakan ruang berbagi ilmu antar komunitas dan individu sebagai ruang perbincangan seni, budaya, dan berbagai bidang lainnya. Tempat ini juga menyediakan seduhan kopi dari keterampilan barista dengan citra rasa yang menggugah selera. Sebuah karya dari Dandhy Laksono yang menyajikan film dokumenter tentang sisa-sisa peradaban maritim di kepulauan Indonesia dan ingin menunjukan bahwa kehidupan itu tidak linier melainkan paralel. Ya, Indonesia dikenal dengan negara kepulauan yang memiliki beraneka ragam suku yang menyebar dari Sabang sampai Merauke. Film dok...

Ayo, Ku Kawal di Permainan Caturmu

Tapi terserah kaulah. Rupanya kau lupa akan kata panggilan saat itu. Aku hanya pion yang kau sangka raja. Aku telah berada di ujung garis pertahananmu. Aku menggantinya dengan ster. Dan dua perdana menteri itu saling berhadapan. Tidak ada "skakmat". Yang ada hanya remis, kecuali kau bermain dadu. - Dadu itu ibu judi. Kalah bikin merana, menang pun juga sengsara. Masih ada yang harus diselesaikan di papan catur. Maukah kau ikut tempur?

Duka Kembali

Laju kapal berwarna putih membelah ombak Senja dapat ku nikmati dan berlayarku membawaku jauh Langit cerah tak ada yang menutup awan Kelambu hitam tak kunjung sirna  Menahan dan menopang angin membawa semakin kencang  Deras hujan menelanjangi bumi Dibawah langit pohon-pohon kedinginan Gedung-gedung tak dapat menahan tangis Pelataran rumah kampung semakin merintih Sudahlah, tak ada yang bisa dilakukan Yang ada hanya memelihara alam Itupun kalau kau mau

Percakapan-ku dan Tamparan Untuk-mu.

Kau menyusun paragraf karangan dengan metode salah. Ini sebuah deduksi. Kau telah menarik kesimpulan jauh sebelum kau merangkai kata menjadi kalimat. Premis-premis tidak terhubung menjadi logika, kecuali menguatkan kesimpulan diawal. Pencarianmu terhadapku bukanlah pengejaran kebenaran. Tetapi upaya menguatkan kesimpulan. Sehingga, topik lain diluar sana hanya kau jadikan sampiran. Itulah masalah terbesarmu. Deduksi dan induksi, hanya masalah metode. Guru SD pun tahu, kau tidak bisa memilih salah satu. Aku mendapatkanmu. Lalu, adakah yang salah dari metodeku? Namun sayang sekali, deduksimu bermasalah. Terlalu banyak hal penting kau jadikan sampiran sekadar untuk mengukuhkan mu. Paragrafmu lebih tampak seperti pantun. Dan pantun tak mampu membantu menumbuhkan akal sehat untukmu.

Selamat Hari Kanker

Seluruh dunia memperingati Hari Kanker pada tanggal 4 Februari setiap tahunnya. Sejarah penetapan hari Kanker Sedunia pertama kali diselenggarakan pada 4 Februari tahun 2000 dalam acara Summit Against di Paris. Peringatan ini merupakan bentuk dukungan kepada para penderita kanker sekaligus sebagai gerakan untuk untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga  kesehatan agar jumlah korban akibat penyakit mematikan ke dua di dunia ini dapat diturunkan. Kasus Kanker semakin hari semakin meningkat di seluruh dunia. Sangat disayangkan kesadaran masyarakat akan bahaya kanker tidak mendorong setiap orang untuk mengendalikan faktor risikonya. Meskipun, tidak merupakan penyakit yang menular, kewaspadaan terhadap gejala kanker harus selalu ditingkatkan. Pada dasarnya, setiap orang memiliki bibit kanker di dalam tubuhnya. Bibit dapat tumbuh berkembang seiring pola hidup kita sehari-harinya. Menjalani deteksi dini kanker merupakan saran terbaik untuk merawat diri. Hal tersebut dilaku...