Jika kau beranggapan seburuk-buruknya tempat adalah stasiun, aku setuju. Tempat dimana kita dipertemukan namun tempat kita dipisahkan. Lalu dipertemukan lagi dan pada ujungnya kita dipisahan kembali, Terus begitu tiada ujungnya.. Tak banyak orang yang mengagumimu, Tak banyak juga orang yang membencimu, Sesuatu yang dapat ku petik darimu cukup membuatku termenung, Bahwasanya.. Sesuatu yang ada didepan mata tak selamanya ada Arogami itu terbang dan menghilang dalam sekejap mata Dan mata kita tak dapat melihat seperti pepatah yang mengatakan, "sejauh mata memandang".. Berbeda lagi dengan hujan, Dia datang dengan tiba-tiba dan; Pergi menghilang begitu saja, Sedang kita, tahu kapan kita akan berjumpa dan kapan kita akan berkata "sampai jumpa" Namun, tempat ini menjadi saksi perjumpaan dan perpisahan Hingga menyadarkan akan pahitnya kepergian dan ucapan selamat jalan...