Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2019

“Bulan Pram” Di Taman Baca Kesiman

Gambar
DENPASAR - Pembukaan acara peringatan kelahiran sastrawan legendaris indonesia Praoedya Ananta Toer di Taman Baca Kesiman dengan tema “Bulan Pram” dilaksanakan pada tanggal 6 Februari 2019 diawallli dengan acara live mural oleh beberapa seniman dari Bali (6/2). Berbagai acara yang dilaksanakan dalam “Bulan Pram” Taman Baca Kesiman (TBK) dapat menarik perhatian dari beberapa sudut kota dan berbagai kalangan di Bali khususnya. Acara yang melibatkan sastrawan Indonesia sekaligus aktivis Indonesia yang kehidupanya dijadikan tolak belakang lahirnya Taman Baca Kesiman.  “Saya mengadakan acara Bulan Pram di Taman Baca ini karena saya ingin masyarakat Bali tahu bahwa Pram adalah cendekiawan dan sastrawan Indonesia yang separuh hidupnya menderita tapi Beliau masih memiliki semangat hidup dan membela kebenaran yang kuat melalui karyanya. Selain itu agar anak muda sekarang mengenal sesosok Pram dan karya-karya Pram” ujar Ji Alit pemilik Taman Baca Kesiman. Se...

Menduga Bahagia

Gambar
Di dalam ruangan yang sangat gelap aku berkedip sekali. Ku kira aku akan mendapatkan cahaya dari sudut lorong penuh debu. Aku ingin menyalakan korek yang ku pegang, tapi ternyata korek itu tak bisa menyala. aku berjalan dengan titah kaki lambat yang menyosongku jatuh bangun ke pelukan lantai yang sangat dingin. Seketika demam menggigil menhantuiku bak salju menyelimuti tubuhku. Kini aku memilih untuk tidur sejenak merasakan dinginnya ruang gelap ini.  Satu jam telah berlalu, lalu ku membuka mata tapi kenyataan tak seperti dalam mimpiku. Dalam mimpiku aku melihat setitik cahaya memudar yang membekas dikelopak mataku. Bintang dilangit yang indah memenuhi semesta jagad raya. Bersorak-sorak ramai manusia dan binatang menyerbu alam ini. Aku berjalan melewati padang pasir yang penuh dengan bunga bermekaran. "aku ingin tinggal, sebentar saja" Keluhku. Dari sudut selatan datanglah sesosok wanita berjubah putih yang mennggendong anak dipunggungnya dan berkata "Nak, apa kabar?...

Tempat Ternyaman

Gambar
S emungil itu dia membutku nyaman tak beraturan. Sejejer buku yang tidak seberapa banyak, membuat ingin banyak memilik yang lebih. Sedikit minuman yang menenangnkan dimalam hariku, mengajakku untuk merenungkan beberapa hal yang tak ku bisa. Bunga yang bermekaran kala itu, mengindahkan pemandanganku.  Deretan notes yang tertempel mengingatkanku akan keseharianku dan kesibukanku kemarin, hari ini, esok dan lusa.  Nikotin yang lebih menenangkanku akan lebih ku hisap lebih banyak ketika ku mulai stress.  Disinilah tempat ternyamanku, terserah kalian nyaman apa tidak ketika melihatnya. Tapi, bagiku dia adalah tempt favoritku selama aku tinggal.  Dengan itu aku membuat motivasiku sendiri, “Jangan menyentuh sesuatu yang seharusnya tak disentuh, karena sekali sentuh saja terkadang membuat kita nyaman. Dan jangan memberi kenyanan jika kita tak bisa membahagiakan, nyaman bukan sekedar nyaman. Nyaman sering datang namun lebih sering hilang. Namun, jangan suka berlaru...

Tak Ber-Irama

Gambar
Sejuknya rindu diruang hampa  Berhilir lalu membongkar  Jiwaku melayang dengan sukma  Menyalanyala api membakar Bercinta dengan sentuhan mata Bercengkrama memeluk kasar Kemudian,  Puisi dan sajak memadu frasa Mengenal asa tanpa arah  Menunggu waktu tak kunjung marah  Membabi buta bak hutan kemarau  Merajut kasih tak hingga sayang Abadinya dunia yang memudar  Sembari mengais belai sentuhan Hatinya rapuh menunggu hujan  Menetes darah didalam tembok Manahan, 27 Maret 2019

Pergi & Asa

Gambar
Menghilang tanpa jejak  Seperti elang memakan ular Langkah demi langkah mengabur Mata seakan teiris  Dilema hati mulai mengeluh Dimanakah rasa ini?  Apakah masih terjaga? Atau memang harus berpisah ? Tak kenal arah dan waktu  Sarkas menghampiri  Ruang rindu mulai menghilang Merakit luka yang mulai membau  Jikalau sentuhan tak mengobati  Lantas apa yang harus ku temui? Telomoyo Montain, 15/06/2019